Aturan Gol Tandang Di Liga Champions

Dalam sebuah kompetisi yang mengusung sistem gugur di dalamnya, terlebih setiap babaknya mengharuskan dua pertandingan yang berlangsung kandang dan tandang, memang lebih sulit untuk dimengerti. Ketika pertandingan setiap babaknya hanya membutuhkan satu laga untuk menemukan pemenangnya seperti yang terjadi di Piala Eropa dan Piala Dunia, jalan terbaik ketika laga berakhir dengan skor imbang selama 2×45 menit adalah melanjutkannya dengan babak tambahan yang berlangsung selama 2×15 menit. Nah, jika pertandingan belum menemukan pemenang, atau hasil imbang masih bertahan di sepanjang babak tambahan, praktis penentu kemenangan harus dilakukan lewat drama adu penalti sampai ditemukan pemenangnya.

Liga Champions Eropa dan Aturan Gol Tandangnya

Peraturn Liga Champions

Berbeda dengan Piala dunia dan Piala Eropa, Liga Champions Eropa faktanya mengusung sistem kandang-tandang, di sepanjang babak gugur menuju babak final. Setiap babak akan terbagi menjadi dua leg, leg pertama berlangsung di kandang , dan leg kedua berlangsung di markas lawan atau tandang, total hasil dari dua pertandingan tersebutlah yang nantinya akan menentukan siapa tim pemenag yang berhak melaju ke babak berikutnya. Lantas , bagaimana jika total hasil akhir dari dua leg menunjukkan sama kuat ? Siapa yang berhak melaju ke babak berikutnya ? Well, disinilah aturan gol tandang akan mengambil perannya.

Salah satu pemain bola yang kaget dengan aturan gol pada kompetisi Liga Champions ini adalah Critiano Ronaldo. Pemain asal Portugal yang memiliki gaya hidup mewah itu menilai aturan gol sebenanrya tidak menguntungkan tim pada saat laga bertanding.

Ronaldo sebagai pemain sepakbola termahal dan penerima gaji terbesar di dunia, sangat tidak setuju dengan aturan gol yang di buat oleh para petinggi FIFA. Seperti di ketahu CR7 dengan koleksi mobil mewahnya mendatangi para awak media untuk menyampaikan komentarnya terhadap aturan di Liga Champions.

Aturan gol tandang sendiri adalah aturan dimana tim yang mencetak gol tandang lebih banyak, lebih berhak melaju ke babak berikutnya. Kami berikan contoh berikut

Leg Pertama : TIM A 2 – 0 TIM B (di kandang Tim A)
Leg Kedua : TIM B 3 – 1 TIM A (di kandang Tim B)

Jika demikian kasusnya, maka agregat total sama kuat, 3 – 3, hanya saja berdasarkan aturan tandang yang kami sebutkan tadi, TIM A lebih berhak melaju ke babak berikutnya, lantaran berhasil mencetak satu gol di markas Tim B, sementara tim B mencetak 0 gol di markas Tim A pada leg pertama.

Sejarah Aturan Gol Tandang di Liga Champions Eropa

Sejarah peraturan di Liga Champions Eropa

Sebenarnya, aturan gol tandang pada ajag Liga Champions Eropa sudah diberlakukan sejak musim 1965/1965,yang mana saat itu kompetisi ini masih dikenal dengan sebutan European Cup. Awalnya, pada musim sebelumnya Liverpool berhadapan dengan Cologne. Ketika itu, pertemuan antara kedua tim tersebut berakhir dengan skor imbang di tiga pertandingan. Ya, pertandingan pertama berlangsung di markas Liverpool , berakhir dengan skor imbang, sedangkan pertandingan kedua berlangsung di markas Cologne juga berakhir imbang. Pada masa itu, pertandingan ketiga di tempat netral akan dilangsungkan untuk menentukan siapa pemenangnya. Sayangnya, pada pertemuan ulangan di tempat netral, pertandingan juga berakhir dengan skor imbang. Sampai akhirnya, Liverpool berhak lolos ke babak berikutnya setelah menang tos coin. Karena merasa cara itu mungkin tidak adil, akhirnya UEFA selaku penggagas kompetisi, sepakat untuk menerapkan aturan gol tandang pada musim berikutnya dan masih berlaku sampai sekarang.

Kontroversi dan Rencana Penghapusan

Meski aturan ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun, namun tetap saja aturan gol tandang ini bagi sebagian pihak dianggap kontroversial, memunculkan pro dan kontra, dinilai tidak adil, dan sebagainya. Apalagi, sejak tahun 2010 lalu, paling tidak ada 10 tim yang dirugikan karena aturan gol tandang ini. Karenanya, banyak pihak yang menyarankan UEFA untuk segera menghapuskan aturan gol tandang tersebut, lantaran dirasa sudah tidak lagi, sesuai dengan situasi saat ini.