Sat05182013

Last update06:05:35 AM

Tentang Kami | Donasi Anda | Volunteering | Registrasi Forum Member

Back Home Humaniora Kanal Humaniora Analisis

Analisis (43)

22 Apr 2013
Published in Analisis
Misalkan ada momok di sekolah yang membuat anak Anda cemas berkepanjangan, malas berpikir mendalam tentang banyak mata pelajaran, enggan membaca buku-buku yang meluaskan wawasannya, dan tak punya waktu untuk mempelajari apa yang ia minati, apa yang akan Anda lakukan? Yang paling mudah tentu berharap hal ini hanyalah sebuah perumpamaan. Sayang seribu sayang, momok tersebut sungguh nyata. Ia hadir dalam bentuk hajat tahunan bangsa ini: Ujian Nasional. Anda yang membaca koran dan melihat TV pasti sudah mahfum bahwa runyamnya pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini telah menggegerkan seantero negeri. Distribusi soal yang amburadul membuat belasan provinsi menunda ujian. Jumlah lembar soal…
16 Mar 2013
by Gilang Nugraha - 
Published in Analisis
Pagi ini ketika hendak mencari referensi melalui situs pencari, saya menemukan sebuah tautan artikel yang tersisip di laman pertama. Artikel berjudul “Tips Hidupkan Lagi Industri Musik Indonesia” itu sejenak mengalihkan perhatian saya dari apa yang seharusnya saya cari pagi ini untuk kepentingan pekerjaan. Artikel tersebut dibuka dengan pernyataan Log Zhelebour (produser serta promoter musik rock yang sempat berjaya pada petengahan era 80-an sampai awal periode transisi) mengenai surutnya penjualan album fisik di Indonesia dan matinya layanan nada sela atau yang biasa disebut dengan Ring Back Tone (RBT) yang menyumbang hampir 90% dari total pemasukan industri, dan 30% dari total pemasukan…
12 Mar 2013
by M Fajri Siregar - 
Published in Analisis
Pemicu tulisan ini sederhana. Sewaktu berlangsungnya Berlin Film Festival, di mana dua film Indonesia tahun ini diputar, dan satu diputar di tahun sebelumnya, saya menyaksikan langsung bagaimana Indonesia mulai diperhitungkan sebagai negara dengan potensi kreasi dan kreativitas yang tinggi. Tapi ketika berkunjung ke European Film Market–bursa yang diadakan Berlinale untuk menjadi pasar pertemuan produsen dan distributor film– saya tidak menemukan stand atau bazaar dari perwakilan insan film Indonesia. Sementara negara Asia lainnya (Korsel, Taiwan, Jepang) hadir dan membuka stand. Artinya, tidak ada satu pihak pun yang mengambil kesempatan tersebut untuk mempromosikan film Indonesia meski peluangnya sudah terbuka lebar. Padahal, di…
01 Feb 2013
by Ibnu Nadzir - 
Published in Analisis
Ketika Tim Berners Lee mengembangkan World Wide Web, dia membayangkan Internet akan menjadi ruang pertukaran ide yang sejalan dengan demokrasi. Bagi saya, Twitter boleh jadi  merupakan perwujudan impian Tim Berners Lee tersebut. Twitter menjadi ruang pertukaran ide yang egaliter dan dan tanpa sekat.  Kita dapat melihat dialog antara ‘pakar’ dengan ‘awam’, ‘pemimpin’ dengan ‘rakyat’, juga ‘pesohor’ dan ‘penggemar’. Media sosial ini juga digunakan untuk mengembangkan jaringan (kalau tidak dapat dikatakan memantik) gerakan sosial. Hal-hal tersebut tidak pernah terbayangkan sebelum kemunculan Twitter. Sayangnya ruang kebebasan berpendapat tidak pernah hanya diisi oleh gagasan yang mencerahkan.  Begitu juta dengnan Twitter yang juga membuka…
08 Jan 2013
by M Fajri Siregar - 
Published in Analisis
Penampilan Russell Peters, Stand Up komedian dunia asal Kanada pada pertengahan tahun 2012 di Jakarta adalah salah satu highlight pribadi saya tahun ini. Kehadirannya telah menambah pilihan lawakan yang, seperti sebagian besar dari kita mungkin rasakan, cukup monoton. Canda yang kita saksikan selama ini jika bukan acara slapstick ala Opera Van Java (OVJ), paling banter bersumber dari reality show seperti Jakarta Lawyers Club. Singkat kata, senam rahang dan perut yang benar-benar menyehatkan tidak mudah ditemui di media elektronik. Namun begitu, belakangan ada perkembangan menarik yang patut kita perbincangkan; menanjaknya popularitas Stand Up Comedy . Stand Up Comedy memang perkembangan yang…
23 Dec 2012
by Yusuf Daud - 
Published in Analisis
Semarak Hari Natal di gereja, kantor bahkan di pusat pusat perbelanjaan semakin meriah dari tahun ke tahun. Namun ada beberapa hal yang ingin saya berbagi pada pembaca. Allah berfirman dalam Al Quran bahwa masjid itu milik Allah, dengan demikian ia tidak bisa dimiliki oleh siapapun (QS 72:18). Siapa saja boleh menggunakan masjid sejauh untuk tujuan kemaslahatan. Artinya, segala aktivitas yg berlangsung di dalamnya tak boleh melanggar prinsip prinsip ajaran Allah. Ada hadits yang mengatakan, tak seluruh hal ihwal yang dihalalkan bisa dilakukan di dalam masjid, seperti larangan berdagang di dalam masjid. Pelarangan ini bisa dimaklumi, karena berjualan di dalam masjid…
12 Oct 2012
by Prys Pry - 
Published in Analisis
Di tengah masyarakat yang selalu haus informasi, kehadiran profesi jurnalis sebagai pewarta publik telah semakin kehilangan relevansinya. Kerja jurnalis yang harusnya berpijak pada tatanan moralitas dan nilai-nilai luhur di masyarakat, kian tergantikan dengan intervensi politik dan tekanan modal. Seiring praktik jurnalisme yang makin pragmatis, media massa pun jadi alat mengumbar berbagai kepentingan praktis untuk menyetir opini publik demi kepentingan sesaat. Pantas bila kiprah pemodal atau pemilik media massa yang terjun ke partai politik, menelikung jurnalis dan membuat model produksi berita menjadi absurd karena berbagai kepentingan turut masuk di dalamnya. Dus, tak ada lagi sosok jurnalis hari ini yang sadar tengah…
26 Sep 2012
Published in Analisis
Pada musim panas 1944, sekitar bulan Februari atau Maret, Nyonya Churchill berkata pada Winston, “Berlin ada di kota, ia begitu pemurah pada kita.“Irving Berlin akan menyumbangkan segepok uang guna membeli kereta perang. Entah bagaimana Nyonya Churchill kenal dengannya.“Jika kau bertemu dengannya, katakan kita akan dengan senang hati menyambutnya,” ujar Churchill. “Aku ingin mengundangnya makan siang.”“Tidak, tidak, tidak. Tak usah seperti itu. Maksudku kau bisa menemuinya di Churchill Club,” Nyonya Churchill meralat perkataannya. “Sekedar menepuk pundaknya dan bilang bahwa kita sangat berterimakasih.”“Aku ingin mengundangnya makan siang,,” tegas Churchill, dan Sang istri tak berkata apa-apa lagi.Cerita punya cerita, duduklah Irving Berlin bersama…
10 Aug 2012
by Akhmad Sahal - 
Published in Analisis
Judul di atas saya petik dari pernyataan Ali bin Thalib ketika terlibat adu pendapat dengan kaum Khawarij, sebelum akhirnya kelompok itu membunuhnya. Sekte Khawarij, sebagaimana umum diketahui, mengaku sebagai penegak hukum Allah yang paling murni, dengan slogannya la hukma illa lillah (Tidak ada hukum kecuali hukum Allah). Atas dasar itulah mereka lalu mengkafirkan kubu Khalifah Ali dan kubu Mu’awiyah bin Abu Sufyan, lantaran kedua pihak sama-sama menempuh tahkim (arbitrase) demi mengakhiri Perang Shiffin.  Arbitrase semacam itu, bagi Khawarij, sama halnya dengan berhukum dengan aturan buatan manusia dan mengabaikan aturan Allah. Dan berpedoman dengan hukum manusia buat Khawarij adalah suatu tindakan…
22 Jun 2012
by Akhmad Sahal - 
Published in Analisis
Pada permukaannya, fatwa MUI yang mengharamkan liberalisme, sekularisme, dan pluralisme terkesan bertarget sempit: membidik Jaringan Islam Liberal (JIL) dan kelompok Islam lain yang sejenis. Tapi pada lapisan dasarnya, fatwa tersebut sesungguhnya menghantam sesuatu yang jauh melampaui JIL, yakni demokrasi konstitusional yang sedang dirintis di negeri ini. Demokrasi menjadi terancam oleh fatwa itu karena tiga soal yang diharamkan MUI sesungguhnya merupakan pilar utama demokrasi. Kalau demokrasi sudah divonis sebagai barang haram, maka kalangan Islam yang menerima dan memperjuangkan demokrasi adalah para pendosa. Ironisnya, dasar keputusan MUI, menurut Profesor Dawam Rahardjo, bukanlah kesalahpahaman, melainkan ketidakpahaman. MUI seenaknya sendiri mendefinisikan liberalisme, pluralisme, dan…
Page 1 of 5