Tue05212013

Last update06:05:35 AM

Tentang Kami | Donasi Anda | Volunteering | Registrasi Forum Member

Back Home Humaniora Kanal Humaniora Sejarah

Sejarah (19)

04 Apr 2013
Published in Sejarah
“Apa yang akan kalian lihat, sudah disesuaikan dengan konteks sosial, masyarakat Cile siap menerima gagasan tersebut. Masyarakat siap menyongsong masa depan.” Kata-kata ini serupa mantra dari sang penjinak massa, sutradara iklan Cile di masa otoritarian Jenderal Augusto Pinochet bernama René Saavedra. Baginya, semua ide bisa dijual, tak terkecuali gagasan menggulingkan rezim terganas seantero Amerika Latin di abad 20. Renee adalah anak zaman yang lahir selepas praktik sosialisme demokratis di Cile dilindas rezim pesanan Amerika Serikat. Sosok diperankan Gael Garcia Bernal ini mewakili apa yang disebut paradoks berlapis-lapis. Dia putra seorang aktivis kiri, mengenyam pendidikan periklanan di Barat, tinggal cukup lama…
13 Oct 2012
by Nuran Wibisono - 
Published in Sejarah
Che diikat dan dibawa ke gedung sekolah berlantai tanah di sebuah desa dekat La Higuera pada malam harinya. Ia menolak untuk diinterogasi pejabat militer Bolivia. Ia hanya mau diajak berbicara dengan tentara Bolivia berpangkat rendah, itu pun hanya suara lirih.Jaime Nino de Guzman, seorang pilot helikopter yang kelak mengevakuasi mayat Che adalah salah satu yang melihat saat-saat ketika Che ditangkap. Ia berkata bahwa Che terlihat "mengerikan." Che tertembak di betis kanannya, rambutnya berlumuran lumpur, bajunya robek-robek, dan kakinya hanya beralas sepatu kulit jelek."Tapi dia tetaplah Che. Ia menegakkan kepalanya, tak segan menatap semua orang tepat di mata, dan ia sempat…
13 Oct 2012
by Nuran Wibisono - 
Published in Sejarah
Dendam memang misterius. Tak ada yang tahu berapa lama ia akan bertahan. Dendam bisa terhapus dalam waktu harian. Ada pula yang menyumat dendam hingga ujung waktu. Gustavo Villoldo mungkin adalah orang jenis kedua. Villoldo lahir dari keluarga berada. Ayahnya mempunyai bisnis dealer mobil yang lumayan besar pada era Fulgencio Batista, presiden Kuba sebelum revolusi. Tapi semua berbalik ketika rezim Batista tumbang, dan Fidel Castro menjadi presiden.Pada 1 Januari 1959, beberapa hari setelah Castro menggulingkan pemerintahan Batista, Villoldo dan juga ayahnya dipenjara selama 10 hari dengan tuduhan menggelapkan pajak dari hasil penjualan mobil impor. Sehari setelahnya, Che Guevara, orang kepercayaan Castro,…
06 Aug 2012
Published in Sejarah
Secara resmi, Jakarta berulang tahun pada 22 Juni. Namun, tidak banyak warga ibukota sadar sejarah megapolitan ini. Bahkan, tanggal lahir yang dirayakan setiap tahunnya pun tak ramai diketahui, kenapa 22 Juni dan tidak banyak yang sekedar bertanya, benarkah 22 Juni? Apakah kota yang menurut sejarawan Australia, Lance Castle ibarat “panci pelebur” ini, lahir tanpa sebab? Apakah tak ada peristiwa penyerta yang mendahului penentuan hari ulang tahun Jakarta? Tentu saja tidak demikian, sejarah telah mengukir kisah. Mari disimak. Sila dipahami.Adu Kekuatan Pada mula abad ke 16, di pedalaman Tanah Sunda bertahta kerajaan Hindu Pajajaran yang telah berdiri sejak abad ke 14,…
07 Jun 2012
by Fathun Karib - 
Published in Sejarah
Introduction: When Jakartabeat published its first article back in 2009, the website was mainly targeted for Indonesian readers and we have stuck with Bahasa Indonesia ever since. Until recently, when the Center for Southeast Asian Studies at University of Hawai'i at Manoa alumn Christian Razukas convinced us that some of the materials on our website should also be read by a wider audience outside of Indonesia. Later, not only that he came up with the suggestion, he came up with translation for some of our materials that we think were indeed worthy of more readership. This piece by Fathun Karib…
20 Mar 2012
by Nosa Normanda - 
Published in Sejarah
Immature poets imitate; mature poets steal; bad poets deface what they take, and good poets make it into something better, or at least something different. --TS Elliot Akhir-akhir ini begitu banyak pementasan musikal berbiaya besar di Jakarta. Sebut saja Onrop!, Laskar Pelangi, atau Gatotkaca yang beberapa waktu belakangan ini dipentaskan dengan mewah. Menyaksikan pementasan-pementasan ini bukan hanya memberikan hiburan kepada penontonnya, tapi juga memberikan identitas kelas—tentu karena harga tiket yang hanya bisa dijangkau kelas menengah atas.
12 Feb 2012
by Luthfi Adam - 
Published in Sejarah
Sembilan Februari, insan pers merayakan Hari Pers Nasional (HPN). Saya ingin tahu ihwal penentuan hari pers ini, kemudian saya membuka laman Google dan mengetik kata kunci “sejarah hari pers nasional. Di halaman pertama langsung muncul judul-judul yang tidak bernada euforia, melainkan gugatan seperti “menggugat hari pers nasional”, “hari pers perlu dikaji ulang”, “polemik sejarah pers Indonesia”, bahkan di laman Yahoo.com muncul judul “Menentukan Hari Pers Nasional Sejati”. Wow, adakah Hari Pers Nasional yang sejati?Penentuan HPN mengacu kepada hari berdirinya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), 9 Februari 1946 dan inilah yang dianggap bermasalah. Sosok sentral yang berhasil menjadikan hari lahir PWI sebagai…
15 Nov 2011
by Fandy Hutari - 
Published in Sejarah
Film tidak akan ada di bioskop tanpa adanya sebuah perusahaan yang memproduksinya. Walaupun kecil, perusahaan film berperan penting sebagai ujung tombak tersajinya film di bioskop untuk ditonton publik. Pasca film cerita Indonesia yang pertama berjudul Loetoeng Kasaroeng berhasil diproduksi pada 1926, perusahaan film banyak berdiri di Hindia Belanda (Indonesia). Pengusaha-pengusaha yang melirik bisnis sinema ini berlomba-lomba mendirikan berbagai perusahaan film, di berbagai kota. Tercatat sepanjang tahun 1926 hingga 1930, ada sekitar delapan perusahaan film yang berdiri di Hindia, yaitu Java Film Company dan Cosmos Film di Bandung; Halimoen Film, Batavia Motion Pictures, Nansing Film Coorporation, Tan’s Film, Prod., Tan Boen…
22 Jul 2011
by Redaksi JB - 
Published in Sejarah
Oleh Sulaiman Harahap, pegiat sejarah di komunitas Akar & peneliti budaya di FIB UI Jawa yang mempesona nan menggairahkan itu, bagi jiwa yang penuh warna dan semangat belajar yang tinggi, seperti Thomas Stamford Raffles, adalah ladang kehidupan dan ladang ilmu. Sungguh ia telah tertambat hatinya dengan apa yang tersaji di tanah yang kaya akan silang budaya itu. Pantaslah, ia bersedih tatkala masa baktinya sebagai Letnan Gubernur di Jawa berakhir dan mesti meninggalkan pulau penuh “kejutan” itu. Kala sendu itu terjadi pada Maret 1816—empat setengah tahun sejak kedatangannya pada September 1811.
07 Apr 2011
Published in Sejarah
TANAH merah telah menjelma lumpur. Tetes-tetes air terus berjatuhan dari pohon-pohon yang daun-daunnya tak sanggup menanggung deras hujan. Udara terasa dingin.
Page 1 of 2