Mon05202013

Last update06:05:35 AM

Tentang Kami | Donasi Anda | Volunteering | Registrasi Forum Member

Back Home Humaniora Kanal Humaniora Travelling

Traveling (13)

07 Feb 2013
by Ayu Welirang - 
Published in Traveling
Berawal dari sebuah perjalanan tanpa arah menuju daerah Cianjur, Jawa Barat, saya mulai mengembangkan pikiran saya. Nyaris tak ada yang tahu pasti kabar terbaru dari situs megalitikum Gunung Padang di Cianjur. Penggalian yang membutuhkan biaya banyak itu ternyata tak dilanjutkan. Konon, biaya untuk penggalian tak cukup dan pihak yang melakukan riset pun tak ingin menunggu gelontoran biaya dari pihak luar. Pasalnya, mereka tak ingin bahwa identitas leluhur Indonesia yang mulai terbuka ini diakui oleh orang luar sebagai nilai budaya mereka. Maka, penggalian ini berhenti dan saat ini, situs megalitikum Gunung Padang hanya sekedar menjadi tempat wisata bagi orang awam. Gunung…
30 Jan 2013
Published in Traveling
Karib maya saya Arman Dhani, menulis opini yang pasti membuat kuping para traveler kepanasan. Jika diibaratkan dalam strategi perang, kritik dalam opini Dhani seperti penyerbuan gabungan 3 matra, darat-laut-udara. Tanpa ampun langsung menyerbu tanpa serangan pendahuluan, tanpa strategi, tanpa babibu, hantam, serang, selesai. Musuh mati menggelepar. Tulisan tersebut adalah 'Responsible (Travel) Writer' yang juga telah ditanggapi oleh Nuran Wibisono. Siapapun pasti langsung ciut, pun dengan saya yang cukup tertegun, tersedak dahak yang kental saat membaca tulisan Dhani. Termangu diam, mencerna kata demi kata yang seolah rentetan peluru dari senapan mesin yang tak kunjung henti menelanjangi dosa-dosa travel writer yang Dhani…
30 Jan 2013
by Nuran Wibisono - 
Published in Traveling
Beberapa hari lalu, kawan baik saya Arman Dhani menulis artikel berjudul "Responsible Travel Writer" untuk situs ini. Dalam opininya tersebut, Dhani mengkritik para penulis perjalanan. Baginya, mereka ikut andil dalam memberikan ekses negatif pada sebuah destinasi. Ia lantas memberikan beberapa contoh hal-hal yang tak sepatutnya dilakukan, tapi ditulis dengan bangga oleh para penulis perjalanan. Misalnya, berwisata ke Sempu, padahal itu daerah Cagar Alam di mana kawasan itu seharusnya tak boleh dimasuki manusia. Atau menuliskan kegiatan yang melanggar hukum seperti mengganja di sebuah daerah wisata. Tapi Dhani juga menuliskan banyak keluhan. Saya sendiri agak bingung apa saja inti kritik dari Dhani.…
28 Jan 2013
by Arman Dhani - 
Published in Traveling
Ada sebuah acara televisi yang mengganggu saya. Hidden Paradise yang ditayangkan oleh Kompas TV. Menggali lokasi-lokasi indah terpencil mempromosikannya sebagai sebuah destinasi wisata yang "baru", "perawan", "belum tersentuh" dan yang jelas "Eksotis". Saya bergidik nyeri. Para traveler tanah ini sedang sibuk berburu mencari tempat eksotis dan perawan untuk ditampilkan. Sampai kapan tindakan ini akan terus terjadi? Apakah mereka tidak akan berhenti sampai surga terakhir dieksploitasi? Sementara di ujung dunia lain para pegiat melancong berusaha gerakan menyelamatkan lingkungan dan alam dari upaya eksploitasi. Di Indonesia para pegiatnya sibuk pamer eksotisme dan promosi daerah-daerah terpencil. Saya pikir ada yang salah di sini.…
10 May 2012
by Nuran Wibisono - 
Published in Traveling
Januari 1970. Amerika Serikat sedang panas meradang. Ribuan tentara yang kebanyakan adalah anak muda dikirim ke Vietnam. Nyaris sebagian besar dari mereka tumpas. Tewas sia-sia untuk perang yang mereka bahkan tidak tahu untuk apa. James Douglas Morrison, seorang penulis puisi asal Amerika, menuliskan kudos untuk para anak-anak muda dari tanah kelahirannya itu. Lebih mirip sebuah doa miris: American boy, american girl/ most beautiful people, in the world.
30 Apr 2012
by Nuran Wibisono - 
Published in Traveling
Kapal merapat. Marcopolo datang dari misinya mencari dunia baru, tanah yang sama sekali asing. Masyarakat di sepanjang pelabuhan Venezia mengelukan sang petualang besar sepanjang masa itu. Raja dan Ratu dengan senyum terkembang menyambutnya di kerajaan. "Selamat datang Marcopolo. Selamat untukmu karena sudah menemukan dunia baru. Bagaimanakah kisah perjalananmu? Bagaimana cara kau menemukan tanah baru itu?" tanya sang raja antusias. "Tentu dengan buku panduan, sang raja. Judulnya Menemukan Tanah Surga Dengan 500 Keping Emas Dalam 20 Hari" ujar Marcopolo sembari mengeluarkan buku tebal dari tasnya.
28 Mar 2012
by Fakhri Zakaria - 
Published in Traveling
Mungkin jika dibandingkan moda transportasi lain seperti kereta api atau pesawat terbang, bis tidak ada seksi-seksinya. Survei iseng-iseng saya menunjukkan bis adalah pilihan terakhir kawan-kawan saya tiap kali mudik setelah pesawat terbang dan kereta api. Coba lihat adegan-adegan perpisahan dua sejoli di film-film. Mana ada yang setting-nya di terminal bis. Belum juga memberi ciuman perpisahan macam Rangga dan Cinta di Ada Apa Dengan Cinta, sudah diklakson oleh Metromini yang kejar setoran atau apesnya dipalak preman penguasa terminal. Namun bagi saya bis seperti sebuah kereta kencana yang di pajang di museum Kraton Yogyakarta. Ada ritual khusus untuk menungganginya. Datang ke terminal…
07 Nov 2011
by Redaksi JB - 
Published in Traveling
Jam 5 sore, Rabu minggu terakhir bulan September. Saya sedang membaca-baca di kamar saat tiba-tiba terdengar deruman mesin di halaman parkir depan apartemen. Ketika membuka pintu, terlihat di tempat parkir dua pengendara motor gede, satu laki-laki satu perempuan. Yang laki-laki berewokan, berjaket kulit dan memakai bandana, layaknya anggota geng motor gede. Yang perempuan berambut pirang, berkemeja kotak-kotak dengan celana jeans belel. Masing-masing menunggang Harley Davidson. Yang lelaki menoleh ke arah saya. "Dickson Street di mana ya?" tanyanya kepada saya dengan suara parau tapi dengan bahasa Inggris yang masih sangat mudah dikenali (semua dialog di dalam tulisan ini terjadi dalam bahasa…
21 Apr 2011
by Ciptadi Sukono - 
Published in Traveling
Janji  bertahun-tahun yang tak kunjung sampai itu adalah bertamu ke negeri ribuan stupa, Myanmar. Setelah berkali-kali tertunda, baru beberapa waktu lalu ia akhirnya terbayar.  Sebuah perjalanan singkat selama enam hari. Separuh dari panjang waktu yang semula saya maui.
14 Mar 2009
by Ahmad Fuadi - 
Published in Traveling
“Ada orang yang menyebut tempat ini Jurassic Parknya Indonesia”, jelas guide kami ketika memimpin trekking di savana Pulau Komodo. Apa yang ada di pikiran Anda begitu mendengar Pulau Komodo?
Page 1 of 2