Fri05242013

Last update06:05:35 AM

Tentang Kami | Donasi Anda | Volunteering | Registrasi Forum Member

Back Home Musik Kanal Musik Band To Watch

Band to Watch (10)

01 May 2013
Published in Band to Watch
Band yang dibentuk sejak tahun 1984 ini mungkin tidak terlalu wah namanya di telinga kebanyakan. Tapi para penggemar musik Oi! Pastilah tahu tentang Evil Conduct. Setelah terpukau dengan penampilan Evil Conduct kala main bersama Control Hooligan dan Rancid di Melkweg Amsterdam Juni 2012 silam, saya mulai mengikuti band ini. Tak luput ketika mereka mengumumkan the very first gig ever in Norway. Saya bergegas cari info untuk menyambangi mereka. Saya tinggal di Kritiansand dan Evil Conduct akan main di Oslo. Jarak tempuh Kristiansand Oslo adalah 4 jam dengan kereta. Saya datang sedikit terlambat karena masih menyesuaikan dengan tata-cara transportasi umum di…
18 Apr 2013
by Nuran Wibisono - 
Published in Band to Watch
Soal musik, Yogyakarta tak pernah gagal membuat saya terpukau. Setelah pada tahun 2009 saya terlonjak-lonjak gembira karena bertemu dengan Sangkakala, sekarang saya kembali dikejutkan oleh Gargoyle. Gargoyle adalah band heavy metal Yogyakarta yang ternyata sudah terbentuk sejak tahun 2008 silam. Konon awalnya mereka memainkan musik ala Pantera, yang dicampur dengan sedikit southern rock. Namun belakangan, mereka memutar kemudi. Kembali ke jalur yang mereka yakini: heavy metal. Heavy metal ala Gargoyle sungguh sangat menyenangkan. Dengan sound tipis ala musik hard rock circa 80-an, suara vokalis yang melengking tinggi, dan duel solo gitar bertaburan di sekujur lagu. Sesekali mereka menyelipkan lirik-lirik slengean…
15 Jan 2013
by Adi Renaldi - 
Published in Band to Watch
Harimau adalah sesosok hewan yang penuh paradoks. Di satu sisi harimau adalah makhluk yang indah dan mengagumkan. Di sisi lain, ia adalah teror alami yang menebar kengerian di habitatnya. Banyak citra yang dimiliki makhluk satu ini. Mochtar Lubis dalam novel termasyhur-nya Harimau! Harimau! menggambarkan kucing raksasa ini sebagai lambang keserakahan dan hawa nafsu manusia yang setiap saat bisa menerkam dan melumat siapa saja. Dalam banyak kebudayaan lain, harimau adalah makhluk suci yang menjadi pelindung alam dan isinya. Begitu istimewanya hewan satu ini hingga ia begitu mengilhami lima orang asal Palembang yang memainkan musik cadas untuk memberi nama bandnya ((AUMAN)). ***…
08 Jan 2013
Published in Band to Watch
Pada suatu malam saya melihat rekaman penampilan Cody ChesnuTT di Youtube. Ia menyanyikan lagu berjudul “What Kind of Cool Will We Think of Next?” Lagu itu menunjukkan betapa melelahkannya upaya pencarian akan “cool”. Entahlah apakah itu hal yang penting atau tidak. Setidaknya, saya tidak bisa berbohong kalau selama ini keren adalah kata yang sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari, maka saya memberikan perhatian (tidak berlebih) pada konsep yang yang tiada akan pernah menjadi baku ini. Dalam lirik lagu tersebut terdengar suatu kelehan yang teramat sangat: Know how to walk, know how to ride / Know how to stay fly, know how…
20 Sep 2012
by Redaksi JB - 
Published in Band to Watch
Bloodsugar Politik adalah band asal ibukota Myanmar Yangon. Band ini beranggotakan KyarPauk (Vocalist/Guitarist), Veno (Drummer), Ye Zawmyo (Bass) dan Yan Aung (Guitar). Para anggota band mulai menulis material awal di akhir tahun 2003 dan mulai merekamnya sebagai demo sambil main di gig-gig kecil di dalam negeri Myanmar. Album debut mereka yang berjudul One Second Sentence yang juga telah dibahas di tulisan “Dewa-dewa Gitar dari Burma” dirilis pada bulan Juli tahun ini. Sebelum mendirikan Bloodsugar Politik, anggota band ini memiliki band power-pop yang cukup terkemuka di Myanmar Big Bag—yang CD-nya bisa dengan mudah anda temukan di toko-toko musik di negeri junta…
20 Aug 2012
by Redaksi JB - 
Published in Band to Watch
Dinginnya Seattle memang tidak bisa dibandingkan dengan cuaca Kota Bogor yang sering hujan dan susah ditebak. Begitu juga warna musik Seattle Sound ala Kezia, trio alternative rock asal Kota Hujan yang menolak jadi another epigon dan memilih menafsirkan ulang roots Grunge dalam lokalitas ke-Indonesiaan yang mengalir dalam darah.Tak heran kalau sejumlah alat musik etnik mulai dari angklung, sapeg, seruling mendapatkan posisi penting pada aksi panggungnya, bersanding dengan sampling digital serta feedback noise yang keluar dari stompbox. Walhasil, debut album mereka Etno Alternative (2009) yang mampu mencuri perhatian publik hingga ke Japan Music Week dan Singapore Street Festival dua tahun silam.…
25 Aug 2012
by Nuran Wibisono - 
Published in Band to Watch
Glam rock dan hair metal memang dikenal besar di Amerika Serikat. Tapi Eropa jelas tidak bisa disepelekan. Pasalnya, akar glam rock memang berasal dari Inggris, tanah kelahiran Marc Bolan dari T-Rex, David Bowie serta The Darkness yang termahsyur itu. Dari Inggris, glam rock kemudian menyebar ke daratan Eropa terdekat.Ada Hanoi Rocks dari Finlandia hingga Krokus dari Swiss. Selain Inggris, Swedia patut dianggap sebagai kiblat musik glam. Band glam rock paling mahsyur dari Swedia tentu saja adalah Europe. Band yang dikomandani oleh Joey Tempest dan John Norum ini menghasilkan beberapa album yang sangat laku, termasuk yang paling terkenal: The Final Countdown…
09 Apr 2012
by Redaksi JB - 
Published in Band to Watch
Masa keemasan Log Zelebour dekade 1990-an memang sudah lewat. Eksistensi rock metal tanah air juga tidak seriuh dulu lagi ketika band asuhan Log masih gila-gilanya bermain dari panggung-ke panggung. Tapi keliru memang jika kita menduga rock metal telah mati. Perkenalkan Wolfgangs, band yang dihuni 4 personil penganut rock metal ini. Mereka kini telah menyelesaikan album perdana dan pembuatan klip lagu jagoan bertajuk 'Fake'. Untuk memberikan daya tarik lain, grup musik rock metal yang merupakan reinkarnasi dari kelompok musik era 1990-an 'Barong' satu ini, melibatkan seorang model profesional dan bintang film Adriana, sebagai model klipnya. Album ini kabarnya tengah menunggu rilis.…
18 Oct 2011
by Redaksi JB - 
Published in Band to Watch
Sudah terlalu lama musik disalah arti- dan disalahtempatkan. Musik hanya difungsikan sebagai hiburan, sebagai teman mengisi waktu sendiri, menemani makan dan berkendara atau dalam kasus ring back tone, yang akan segera punah itu, musik yang memang rata rata dalam formatnya yang paling menyedihkan, ditempatkan sebagai sarana pembuang waktu sebelum telfon kita diangkat, atau tidak. Jauh sebelum musik diturunkan derajatnya seperti sekarang, musik punya fungsi yang gawat. Wagner menggunakannya sebagai sarana meninggikan derajat Ras Arya dan menggelorakan semangat cinta negara-bangsa Jerman yang Teutonis murni.
08 Oct 2011
by Redaksi JB - 
Published in Band to Watch
"You can say that music is heavy because the way it sounds. But for me it comes from, more like the experience of the people making, and that's what makes it heavy.” – Billy Anderson Setelah menjadi buah bibir penikmat musik Yogyakarta, akhirnya SURI tampil juga di sebuah regular gig bertempat di Slackers Distro di ring road utara, bertajuk Rotten Agenda bersama Wound, Wicked Suffer, Skandal, A.L.I.C.E, dan Blatant, pertengahan bulan September lalu. Berita mainnya SURI di acara itu juga baru santer terdengar beberapa minggu menjelang hari H. Tadinya SURI tak berencana untuk bermain di acara tersebut, namun karena gig…