Sat05182013

Last update06:05:35 AM

Tentang Kami | Donasi Anda | Volunteering | Registrasi Forum Member

Back Home Musik Kanal Musik Klasik

Klasik (13)

17 Mar 2013
by Taufiq Rahman - 
Published in Klasik
Cinta tidak pernah membuat saya menangis. Bagaimana manusia memberi bukti untuk cintalah yang mudah membuat saya sering menitikkan air mata. Tiga malam lalu kesaksian akan cinta membuat saya tersedu-sedan. Cinta kepada tanah air, cinta untuk Tuhan, cinta buat Alam serta cinta bagi Bung Karno. Dan surat cinta kepada Bung Karno inilah yang paling banyak menguras air mata. Judulnya sederhana, “Bung Karno,” ada di sisi pertama piringan hitam kolektif art-folk asal Yogyakarta Kelompok Kampungan. Dibuka dengan snippet pidato Bung Besar dari peringatan Maulid Nabi tahun 1964 di Istana Negara, komposisi ini adalah ode kompleks penuh dialektika tentang Soekarno dan Indonesia. Meski…
23 Jan 2013
by Redaksi JB - 
Published in Klasik
Bermula dari perbincangan tentang beberapa trivia tentang dan dalam musik Benny Soebardja (misalnya bahwa mulai menit 3:40 di track "Night Train" tiba-tiba sang maestro kita ini menyelipkan “Dari Sabang Sampai Merauke" untuk beberapa detik atau siapa yang lebih dulu menciptakan bass line di “In 1975," karena begitu dekatnya kesamaan dentuman bass di track ini dengan “Walk This Way” Aerosmith) perbincangan kami dengan rock archivist kelas satu dari Bandung Budi Warsito malah berbelok mengenai apa sampul album lokal terbaik yang pernah dirilis. Mulanya dari perbincangan tentang cover art album Night Train versi kaset yang nampak amatir (meskipun terus terang versi baru…
13 Sep 2012
by Aris Setyawan - 
Published in Klasik
Radiohead – The King of Limbs Sebut saya terlalu mainstream atau barangkali sok hipster. Tapi saya memang menggilai band Oxford ini sejak lama dan bagi saya sulit untuk tidak menyertakan mereka dalam daftar band yang harus didengarkan. Album terakhir Radiohead ini mendapat banyak ulasan positif dari para kritikus musik (termasuk dari Pitchfork, surganya kaum hipster). Dirilis dengan metode unik self-released yang tidak bergantung pada hegemoni perusahaan rekaman (sama seperti pada album In Rainbows). Dan seperti album-album Radiohead sebelumnya, The King of Limbs mampu membuat pendengarnya berpikir. Berusaha mencerna musiknya. Dengan semua alasan diatas, hipster mana yang tak tergoda mendengarkan album…
02 Jul 2012
by Taufiq Rahman - 
Published in Klasik
Dalam banyak hal, keberhasilan rilis ulang musik Benny Soebardja dalam kompilasi The Lizard Years banyak berhubungan dengan faktor ketepatan waktu atau timing. Bandingkan perbedaan antara 450 kopi piringan hitam Shark Move Ghede Cokra versi Shadoks, yang dirilis tahun 2007, yang belum habis terjual sampai sekarang, dengan The Lizard Years yang dipegang hak jualnya oleh label Kanada Strawberry Rain sudah ludes tiga minggu sebelum tanggal rilis (dan anda mesti ingat bahwa label ini mencetak 500 kopi untuk Gimme A Piece of Gut Rock, 500 kopi untuk Night Train dan 250 kopi untuk Lizard).Di tahun 2007, merilis sebuah album reissue bagi musik…
25 Jun 2012
by Anwar Holid - 
Published in Klasik
The Cult adalah salah satu band underrated dari era 1990-an. Setelah sempat bekerja sama dengan produser legendaris Rick Rubin dan Bob Rock untuk menghasilkan dua album rock penting dan berpengaruh, yaitu Electric (1987) dan Sonic Temple (1989), band ini bisa dibilang hilang dari peredaran terutama karena sepanjang dekade 1990-an scene rock dilanda virus Seattle Sound dan grunge. Duo penyangga utama The Cult yaitu Ian Astbury (vokal) dan Billy Duffy (gitar), tampak kesulitan mempertahankan energi, membuat band ini sempat vakum meski terus berusaha bangkit lagi. Di luar itu, persoalan non-teknis seperti gonta-ganti personel, pertikaian dengan label, juga industri musik yang berubah…
09 May 2012
by Donny Anggoro - 
Published in Klasik
Entah kenapa tatkala tubuh sedang didera sakit flu dan terpaksa tinggal di rumah beberapa hari, pikiran saya melayang kembali pada album klasik grup dedengkot musik electronica Kraftwerk, “Electric Café”. Selain begitu riuh dan ramai membangkitkan imajinasi alam khayali, album kesembilan dedengkot dan pionir electronica ini buat saya selain membangkitkan kenangan masa lalu membuat saya bergairah kembali sehingga mulai meninggalkan kasur dan duduk depan komputer lagi untuk menulis. Album klasik ini sempat merajai tangga lagu-lagu dansa dekade 1980-an yang hampir semuanya dikuasai musik dengan komposisi mengandalkan bebunyian program elektronik. Herbie Hancock (ah, bahkan seorang musisi jazz- kesohor pun pernah terkena demam…
26 Apr 2012
by Anwar Holid - 
Published in Klasik
Mendengar keroncong selalu mengingatkan saya pada seorang paman yang tinggal di Tasikmalaya dan Kuningan. Dia punya cukup banyak kaset keroncong, bahkan ketika VCD sudah umum, dia juga tetap suka membeli kaset-kaset keroncong. Meski kami beda selera, toh dulu setiap kali bertandang ke rumahnya saya tetap suka membuka-buka sleeve kaset atau VCD keroncong. Apa menariknya keroncong? Penyanyi perempuannya pakai kebaya, musisinya sering kelihatan sudah paruh baya, terkesan tidak dinamis. Yang juga suka membuat saya kurang terkesan ialah karena barangkali lagu-lagu "asli" keroncong cenderung statis, sebagian keroncong yang saya dengar adalah cover version dari lagu-lagu pop cengeng dekade 1980-an. Sudah bisa dibayangkan,…
25 Apr 2012
by Redaksi JB - 
Published in Klasik
PENGANTAR: Sepuluh tahun lalu album Homicide pertama, "Godzkilla Necronometry" dirilis dalam dua bentuk; sebagai album dan sebagai bagian split dengan Balcony, grup hardcore dari Bandung juga. Album ini cukup penting bukan karena sebagai album Homicide pertama, tapi karena merubah tak hanya wajah hiphop lokal namun juga wajah musik Indonesia. Untuk sekedar merayakannya kecil-kecilan, pengelola Facebook Unofficial Homicide telah menyelenggarakan sebuah lomba menulis essay retrospektif tentang album tersebut dengan hadiah yang juga sederhana. Setelah tiga bulan panitia menerima enam naskah tulisan. Setelah melalui seleksi tulisan di bawah ini yang dinyatakan sebagai pemenang. Oleh: A. Hidayat*Tepat 10 tahun lalu Homicide merekam album…
16 Apr 2012
by Fakhri Zakaria - 
Published in Klasik
Sungguh menyenangkan tiap kali melihat musisi idola tampil. Entah itu sekadar membaca beritanya di surat kabar atau bahkan menyaksikan langsung saat konser. Tapi ada yang lebih menggairahkan lagi. Bahkan mengalahkan dari kegembiraan kala mendapat setlist bertanda tangan saat konser. Klimaks itu bernama reuni. Apalagi yang ditunggu-tunggu seorang fans musisi yang karier musiknya sudah almarhum kalau bukan reuni? Melihat musisi idola kembali tampil adalah harapan terbesar seorang fans.  Dan saya punya lima musisi idola, semuanya lokal, yang saya nanti-nanti untuk reuni.
27 Mar 2012
by Donny Anggoro - 
Published in Klasik
Pengalaman sempat terlibat sebagai panitia mengelola salah satu pertunjukan musik classic rock dan progresif untuk skala musik indie sebetulnya selain menggembirakan lantaran akhirnya punya banyak teman yang hobinya serupa, ternyata juga sejenak membuat saya gelisah.Apa pasal? Betapa saya tak gelisah, lantaran peminat musik ini di berbagai komunitas baik yang tersebar di jejaring sosial mulai dari jamannya mailing list (milis) ataupun Facebook juga Twitter rata-rata hampir semuanya yang saya kenal berusia 30-40 tahun ke atas. Lontaran “missing link” yang kerap dikeluhkan budayawan di setiap tulisan untuk generasi sekarang nyatanya terbukti.Hal demikian seolah-olah menyiratkan kepada saya bahwa musik rock yang pantas diapresiasi…
Page 1 of 2