Wed05222013

Last update06:05:35 AM

Tentang Kami | Donasi Anda | Volunteering | Registrasi Forum Member

Back Home Musik Kanal Musik Testimoni

Testimoni (40)

20 Apr 2013
by Redaksi JB - 
Published in Testimoni
Meski dengan iTunes, Spotify, Youtube bahkan Mediafire sarana dengan mana anda bisa mendapatkan musik murah atau bahkan gratis, tidak akan pernah ada yang bisa menggantikan toko musik dalam arti sesungguhnya, tempat di mana anda bisa mendapatkan chance encounter, menemukan musik baru yang tidak terduga, di mana membeli musik pasti selalu meleset dari rencana, bisa bertemu dengan clerk cantik, ganteng dan pintar, berdiskusi soal cover mana yang paling bagus dengan rekan pembeli atau clerk, atau seperti yang kami alami terakhir di Selatan Jakarta—terdiam, bergumam sambil menyanyi bersama, ketika sang clerk memutar “Kikuk” dari C’mon Lennon—salah satu track indie terbaik negeri ini.…
04 Mar 2013
by Wahyu Nugroho - 
Published in Testimoni
23.02.13 - Saya berada di tengah kerumunan ribuan orang di lapangan hijau yang berlumpur. Sejak ajang Java Rockinland, lama saya tidak pernah merasakan lumpur di kaki saya dalam menonton sebuah konser musik. Udara hangat dan lembab bercampur dalam setiap tarikan nafas penonton, lengkingan koor, ayunan kaki dan tangan, dan setiap tangan-tangan yang diangkat ke udara, setiap lompatan kaki,  semua mengarah kepada empat pemuda paruh baya asal Manchester yang paling berpengaruh dalam sejarah perjalanan musik Inggris era 1990-an. Saya ingat ketika John Squire memulai lagu "Waterfall" dengan sebuah intro gitarnya, meramu petikan gitar jangly, sebagai ekses dari rekaman-rekaman khas Rickenbacker 12…
31 Jan 2013
by Raka Ibrahim - 
Published in Testimoni
Ilustrasi: Fraktal - Prys Pry Sambungan dari Bagian I Brian Phillips, dalam esai-nya yang brilian, Pele as a Comedian (yang pun ditulis sebagai ‘jawaban’ bagi esai David Foster Wallace, Roger Federer as a Religious Experience), mendeskripsikan perasaan luar biasa seseorang saat menyaksikan Pele atau Roger Federer bermain. “Hidup dengan tubuh,” begitu ujar Phillips, “artinya hidup dengan rasa sakit, dengan kematian, dan terbatasnya kemauan kita. (Hidup dengan tubuh) artinya hidup dengan mengerti bahwa pada dasarnya, pasti ada yang salah dengan tempat kita di alam semesta.” Hidup dengan tubuh, kalau begitu, adalah hidup dengan menyadari keterbatasan. Namun, menyaksikan Pele dan Roger Federer…
31 Jan 2013
by Raka Ibrahim - 
Published in Testimoni
Ilustrasi: Ungrund - Prys Pry   Saya tidak mengerti. Ada momen-momen tertentu di mana anda merasa seolah anda benar-benar melayang. Namun tidak dalam sebuah konteks biasa, di mana anda mengepakkan sayap dan lantas terbang. Tidak. Saya ini manusia. Jutaan tahun evolusi yang menyaksikan saya berkembang dari sekedar makhluk sel tunggal menjadi organisme paling kompleks dalam ranah pengetahuan manusia belum merasa perlu untuk menganugerahkan sepasang sayap pada saya. Tidak, bukan itu yang saya maksudkan. Yang saya maksudkan adalah sebuah kondisi di mana anda benar-benar merasa seolah anda tidak ada di situ. Di mana tangan dan jemari yang anda lihat melika-liku di…
17 Dec 2012
by Irwin Ardy - 
Published in Testimoni
Kembali ke tahun 1997, saya ingat mencari referensi band-band lokal yang bisa menjadi penyaluran atas kesukaan saya dengan The Stone Roses. Dua nama keluar, Pestolaer dan Rumahsakit. Waktu itu, dua band itu begitu besar, fenomenal, dan jauh dari jangkauan saya. Dari dua band itu, yang albumnya sampai ke saya pertama adalah rumahsakit. Entah kenapa, waktu itu seperti susah untuk mencari album Pestolaer. Mungkin saya yang tidak mengikuti perkembangan dan tidak bergaul keluar. Ketika saya mulai kuliah di Yogyakarta, saya senantiasa mengikuti desas-desus seputar pergerakan band-band indies Jakarta. Sampai akhirnya Bangkutaman berkesempatan untuk nekat pentas di Jakarta dengan kereta ekonomi demi…
19 Oct 2012
by Ayu Welirang - 
Published in Testimoni
Pemuda, selalu sama. Sebagian dari mereka memiliki kecenderungan yang kurang lebih serupa dalam hal mencari jati diri. Banyak yang melakukan pencarian jati diri dengan melakukan sebuah perjalanan, melihat refleksi dirinya pada orang-orang yang ditemui pada sepanjang petualangan. Tidak terkecuali naik gunung. Banyak pemuda yang menggilai salah satu olahraga outdoor tersebut. Dengan bersusah payah menapaki tiap inchi bumi dan menghayati tiap penanjakan hanya untuk mencapai sebuah tujuan, memahami lekuk liku alam. Bukan puncak yang dituju ketika melakukan pendakian, karena memang tujuan bukanlah hal utama. Konservasi, saat ini menjadi salah satu tujuan bagi mereka yang bergiat di pendakian gunung. Mereka mendaki dan…
16 Oct 2012
Published in Testimoni
Teruntuk Bapak Kapolri yang gagah berani. Jangan kaget dulu, Pak. Ini bukan surat kecaman. Malah ini – sebuah mixtape terbuka – bentuk kekaguman saya pada aksi korps Bapak. Asal Bapak tahu, saya warga negara yang taat atau – bahasa kerennya - law abiding citizen. Saya yakin lantaran saya toh tidak pernah ditilang sampai tahun ke-29 hidup saya. Saya tidak pernah melanggar marka lalu lintas, Pak. Lagian, saya sudah berhenti bersepeda motor. Jakarta juga sudah sumpek dengan motor, ya kan Pak? Lalu, ngomong-ngomong tentang ketaatan, saya minta maaf sebab jarang sowan ke kantor Bapak – serta segala bentuk turunannya – sebab ya…
25 Sep 2012
by Ismail Reza - 
Published in Testimoni
Ini sebuah kompilasi dadakan yang saya buat untuk teman saya, Anwar Kholid yang merasa komposisi Sunn O))) merupakan kegelapan yang terlalu tak terperi. Saya, sebagai humas dadakan dari Drone Doom Metal merasa bertanggung jawab untuk mereka-reka sesuatu yang kelihatannya ilmiah untuk menjerumuskan teman saya ini ke rawa kegelapan drone doom yang menghisap dan sangat pekat. Oleh karena itu sebuah mix-tape, kompilasi dari beberapa karya yang berpengaruh atau dibikin-bikin agar terlihat berpengaruh bagi Drone Doom Metal, saya buat secara suka rela.Pertama-tama, agar kelihatan berbobot, saya menyebut-nyebut Jazz. Karena orang kebanyakan pasti akan merasa bahwa Jazz itu adalah sesuatu yg ilmiah dan…
22 Sep 2012
by Samack - 
Published in Testimoni
Terus terang, saya tidak perlu mengantri di kedai ayam goreng cepat saji untuk bisa mendapatkan album Noah yang bertajuk Seperti Seharusnya. Cukup meminta petunjuk dari mesin pencari di internet, dan dalam waktu tiga detik sudah muncul banyak tautan bebas-bea tepat di hari perilisan album tersebut. Ajaib! Saya juga tidak butuh waktu lama untuk 'memergoki' bahwa intro megah di lagu pembuka “Raja Negeriku” itu adalah signature khas The Edge dan U2 [coba putar lagu “Where The Street Have No Name”]. Belakangan, hook gitar model seperti itu juga kerap dimainkan oleh Coldplay dan The Killers di beberapa lagunya. Ajaib?Saya menulis list ini…
22 Aug 2012
Published in Testimoni
Pertengahan tahun 2012 baru saja terlampaui. Musim vakansi datang menghampiri. Di luar sana ada banyak pilihan. Bagi yang suka berpelesir bisa makin rutin melantai dansa, nongkrong dan beredar, atau berkumpul bersama teman untuk sekedar minum kopi dan makan di kafe atau bistro yang sedang naik daun tanpa lupa mendokumentasikannya dengan aplikasi canggih semacam Instagram atau Path. Bagi yang suka dengan sentuhan spiritual dari alam bisa memilih antara pantai atau gunung. Bagi yang berkelebihan dana, bisa jalan-jalan ke luar negeri sambil belanja dan bergaya dalam setiap kesempatan baik dunia nyata ataupun maya. Dan bagi kalian yang sepaham, menginginkan petulangan yang seru…
Page 1 of 4