Home Politika Analisis
Artikel
Politik Redistribusi Print E-mail
Thursday, 24 June 2010 05:59
Oleh Haryo Aswicahyono, Peneliti Departemen Ekonomi CSIS

 
Pengantar Redaksi: Beberapa kontributor Jakartabeat.net menulis/terlibat dalam polemik mengenai usulan dana aspirasi dan dana desa yang diajukan Partai Golkar. Tulisan-tulisan itu tersebar di Facebook, blog, dan juga media cetak mainstream. Atas usul banyak orang, tulisan-tulisan itu kami muat berseri di Jakartabeat.net beberapa hari ke depan. Tulisan Haryo Aswicahyono ini adalah tulisan keempat dari rangkaian tulisan tersebut. Tidak lain, Jakartabeat.net ingin menguatkan komitmen untuk mendorong diskusi dan perdebatan substansial atas beragam isu dan kebijakan publik.
 
 

Sementara para atlit top sepak bola sibuk menggiring bola di perhalatan akbar bola dunia, para wakil rakyat (yang tidak terlalu top) tak kalah sibuknya menggiring skema-skema redistribusi. Upaya menggiring bola redistribusi ini selalu dihias kata-kata manis "demi niat baik pemerataan." Sungguh tepat sajak Rendra yang dikutip Ari Perdana di artikelnya: “Kami ada maksud baik. Dan kita bertanya, maksud baik untuk siapa?”

 
Semilyar Maksud Baik untuk Desa Print E-mail
Wednesday, 23 June 2010 02:17
Oleh Ari A. Perdana, peneliti CSIS, mahasiswa University of Melbourne
 

 
Pengantar Redaksi: Beberapa kontributor Jakartabeat.net menulis/terlibat dalam polemik mengenai usulan dana aspirasi dan dana desa yang diajukan Partai Golkar. Tulisan-tulisan itu tersebar di Facebook, blog, dan juga media cetak mainstream. Atas usul banyak orang, tulisan-tulisan itu kami muat berseri di Jakartabeat.net beberapa hari ke depan. Tulisan Ari Perdana ini adalah tulisan ketiga dari rangkaian tulisan tersebut. Tidak lain, Jakartabeat.net ingin menguatkan komitmen untuk mendorong diskusi dan perdebatan substansial atas beragam isu dan kebijakan publik.

 

Di sebuah sajaknya, almarhum Rendra pernah menulis, “Kami ada maksud baik. Dan kita bertanya, maksud baik untuk siapa?”

Last Updated on Thursday, 24 June 2010 06:14
 
Dana Aspirasi DPR, Pork Barrel versi Indonesia Print
Tuesday, 22 June 2010 02:17
Oleh Benny Handoko, Pegiat media sosial
 
 
Pengantar Redaksi: Beberapa kontributor Jakartabeat.net menulis/terlibat dalam polemik mengenai usulan dana aspirasi dan dana desa yang diajukan Partai Golkar. Tulisan-tulisan itu tersebar di Facebook, blog, dan juga media cetak mainstream. Atas usul banyak orang, tulisan-tulisan itu kami muat berseri di Jakartabeat.net beberapa hari ke depan. Tulisan Benny Handoko ini adalah tulisan kedua dari rangkaian tulisan tersebut. Tidak lain, Jakartabeat.net ingin menguatkan komitmen untuk mendorong diskusi dan perdebatan substansial atas beragam isu dan kebijakan publik.  
 
 

Beberapa hari ini kita membaca ataupun mendengar berita mengenai Dana Aspirasi DPR yang sebesar 15 miliar rupiah per tahun per anggota. Apalagi ini? Bukannya anggota DPR sudah dapat gaji? Apakah ini jenis tunjangan baru? Saya akan menulis sedikit berdasarkan apa yang saya tahu mengenai Dana Aspirasi DPR ini.

Last Updated on Thursday, 24 June 2010 06:13
 
Menjelaskan Dana Aspirasi Print E-mail
Saturday, 19 June 2010 05:31

Oleh Indra J. Piliang, Ketua Departemen Kajian & Kebijakan DPP Partai Golkar

 

Pengantar Redaksi: Beberapa kontributor Jakartabeat.net menulis/terlibat dalam polemik mengenai usulan dana aspirasi dan dana desa yang diajukan Partai Golkar. Tulisan-tulisan itu tersebar di Facebook, blog, dan juga media cetak mainstream. Atas usul banyak orang, tulisan-tulisan itu kami muat berseri di Jakartabeat.net beberapa hari ke depan. Tulisan Indra Piliang, politisi Partai Golkar, ini akan menjadi  awal dari rangkaian tulisan tersebut. Tidak lain, Jakartabeat.net ingin menguatkan komitmen untuk mendorong diskusi dan perdebatan substansial atas beragam isu dan kebijakan publik. 

 

Dana Aspirasi, nama populer untuk anggaran yang sedang diperjuangkan oleh Partai Golkar untuk percepatan pembangunan di Daerah Pemilihan, membuat heboh masyarakat dan media massa. Kecaman diberikan secara bertubi-tubi, baik dalam nuansa emosional, politik, sampai intelektual. Untuk perkembangan demokrasi, perdebatan untuk sebuah rencana kebijakan ini mengalami kemajuan. Jarang sekali rencana kebijakan didiskusikan seintensif ini. Biasanya, perdebatan yang berbulan-bulan lebih banyak menyangkut persaingan atau perseteruan antar tokoh.  

Last Updated on Thursday, 24 June 2010 06:15
 
Sekelumit Cerita di Istana Masa Orde Baru Print E-mail
Saturday, 29 May 2010 14:10
Oleh Thanon Aria Dewangga, staf Sekretariat Negara Republik Indonesia
 
 
Pengantar Redaksi: Tulisan berikut ini adalah seri terakhir dari edisi khusus Mengenang Mei 1998 di Jakartabeat.net. Akan tetapi, tulisan seputar Istana Presiden ini akan menjadi seri baru, dengan kisah penulisnya selama bekerja menjadi staf protokoler di Istana dan bekerja untuk beberapa Presiden, dari Suharto hingga SBY. Tulisan seputar istana ini adalah bagian pertama dari empat tulisan.
 
 
 

Setelah menunggu selama 13 tahun, akhirnya saya diberikan kesempatan mencicipi dunia baru dalam karier. Jabatan sebagai Asisten Staf Khusus  sekarang saya sandang, menggantikan peran saya terdahulu selaku Kepala Bagian Administrasi Protokol dan Undangan.

Last Updated on Saturday, 29 May 2010 15:08
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 12
Banner
Banner
Make sure you have at least Flash Player 7. If not,please download.
Banner

Who's Online

We have 15 guests online

Follow Us On

Facebook Page: jakartabeat.net Twitter: jakartabeat