Home
jakartabeat.net
Lima Lagu Untuk Berkendara Pulang Kampung PDF Print E-mail
Friday, 03 September 2010 11:15

Oleh M. Taufiqurrahman, wartawan The Jakarta Post, twitter @rahmantaufiq

 

Pengantar RedaksiLebaran selalu mengingatkan kita pada akar tempat kita berasal. Tradisi mudik adalah contoh paling jelas untuk itu. Dalam beberapa hari ke depan, beberapa kontributor Jakartabeat.net akan menuliskan lima lagu yang mereka anggap terbaik dalam mewakili apa yang dimaksud dengan 'pulang', "mudik" dan, untuk mereka yang berada jauh dari Indonesia, "tanah air". Lagu-lagu yang dipilih belum tentu bertema 'pulang', bisa jadi lagu-lagu itu mereka anggap terbaik menemani libur lebaran pulang kampung yang menyenangkan. Selamat membaca!

 

Memilih musik untuk menemani berkendara—apalagi perjalanan panjang pulang kampung—bukanlah pekerjaan yang mudah. Karena alasan yang jelas saya pasti tidak akan memutar In The Aeroplane Over the Sea dari Neutral Milk Hotel di mobil. Album gelap penuh sihir ini perlu didengarkan secara sangat khusuk sehingga saya khawatir album ini akan mencelakakan pengendara yang lain. Namun saya juga tidak akan mencoba-coba memilih album Kind of Blue dari Miles Davis, karena bisa-bisa saya sendiri yang akan celaka karena terlelap.

 

Last Updated on Friday, 03 September 2010 11:32
 
Lima Lagu Tentang Pulang PDF Print E-mail
Friday, 03 September 2010 04:47

Oleh Nuran Wibisono, mahasiswa sastra inggris Universitas Jember Jawa Timur

 

Pengantar RedaksiLebaran selalu mengingatkan kita pada akar tempat kita berasal. Tradisi mudik adalah contoh paling jelas untuk itu. Dalam beberapa hari ke depan, beberapa kontributor Jakartabeat.net akan menuliskan lima lagu yang mereka anggap terbaik dalam mewakili apa yang dimaksud dengan 'pulang', "mudik" dan, untuk mereka yang berada jauh dari Indonesia, "tanah air". Lagu-lagu yang dipilih belum tentu bertema 'pulang', bisa jadi lagu-lagu itu mereka anggap terbaik menemani libur lebaran pulang kampung yang menyenangkan. Selamat membaca!


Pulang mengandung banyak arti, setidaknya bagi saya. Ketika saya sedang traveling, pulang itu berarti akhir dari perjalanan. Dalam bulan Ramadhan, pulang berarti mudik, menghabiskan hasil kerja setahun untuk beberapa hari di kampung halaman. Itu sebabnya, orang Jawa menyebut hari raya Idul Fitri sebagai telasan, alias penghabisan. Setelah telasan usai, mereka bekerja lagi selama setahun penuh, untuk kemudian kembali dihabiskan di hari raya Idul Fitri berikutnya. Itu adalah siklus pulang.

Last Updated on Friday, 03 September 2010 05:23
 
Lima Lagu tentang Tanah Air dan Rumah PDF Print E-mail
Tuesday, 31 August 2010 16:39

Oleh Philips Vermonte, peneliti CSIS dan pendiri Jakartabeat.net

 

Pengantar Redaksi: Lebaran selalu mengingatkan kita pada akar tempat kita berasal. Tradisi mudik adalah contoh paling jelas untuk itu. Dalam beberapa hari ke depan, beberapa kontributor Jakartabeat.net akan menuliskan lima lagu yang mereka anggap terbaik dalam mewakili apa yang dimaksud dengan 'pulang', "mudik" dan, untuk mereka yang berada jauh dari Indonesia, "tanah air". Lagu-lagu yang dipilih belum tentu bertema 'pulang', bisa jadi lagu-lagu itu mereka anggap terbaik menemani libur lebaran pulang kampung yang menyenangkan. Selamat membaca!



Suatu hari di bulan Agustus lalu, saya mendapati seseorang mengutuki saya karena profile picture Facebook yang saya pasang. Foto itu adalah hasil kreatifitas yang saya pinjam dari seorang kenalan di Facebook juga (bahkan saya sudah tidak terlalu ingat lagi siapa dia). Foto detik-detik proklamasi dipermak dengan photoshop menghasilkan gambar Sukarno memegang gitar, bung Hatta memegang saksophone, dan dibelakangnya seseorang memegang bass dan seorang bermain drum. Saya dikecam karena gambar itu dianggap menghina peristiwa ‘sakral’ itu. Kecaman di wall Facebook saya  itu tentu berpusat pada tudingan bahwa foto itu, dan saya, tidak nasionalis.

Last Updated on Tuesday, 31 August 2010 22:27
 
Musik untuk Mudik PDF Print E-mail
Thursday, 02 September 2010 02:46

Oleh Fakhri Zakaria, full-time blogger

 

Pengantar RedaksiLebaran selalu mengingatkan kita pada akar tempat kita berasal. Tradisi mudik adalah contoh paling jelas untuk itu. Dalam beberapa hari ke depan, beberapa kontributor Jakartabeat.net akan menuliskan lima lagu yang mereka anggap terbaik dalam mewakili apa yang dimaksud dengan 'pulang', "mudik" dan, untuk mereka yang berada jauh dari Indonesia, "tanah air". Lagu-lagu yang dipilih belum tentu bertema 'pulang', bisa jadi lagu-lagu itu mereka anggap terbaik menemani libur lebaran pulang kampung yang menyenangkan. Selamat membaca!

 

Rumah selalu punya daya cengkeram yang dahsyat. Entah itu sekedar rumah bedeng atau rumah gedong macam di Pondok Indah. Jika ditelisik lebih jauh, rumah bukanlah sekadar bangunan fisik berupa tumpukan bata yang diberi atap. Rumah adalah tempat tetirah bagi jiwa. Hingga kemudian muncul istilah 'there is no place better than home'.

 
Konser Ian Brown di Bali: Intimidasi si Raja Monyet PDF Print E-mail
Monday, 30 August 2010 22:24

Oleh Samack, publisher Solidrock, Malang

 

Who is Ian Brown?!” bisik seorang turis asing sambil menatap selembar banner konser yang terpampang di depannya. “ummm, I don’t know yet…” sahut temannya, seorang perempuan bule yang juga ikut mengamati banner tersebut dengan raut wajah penasaran.

Begitulah cuplikan adegan yang sering terjadi di depan pelataran Hard Rock Café, Kuta Bali, 7 Agustus lalu. Berkali-kali para wisatawan berhenti sejenak untuk mengamati banner dengan kening berkerut dan penuh tanda tanya tentang siapa lelaki kulit putih bernama Ian Brown yang berani ‘mengganggu’ akhir pekan mereka.

Last Updated on Tuesday, 31 August 2010 10:57
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>

Page 1 of 5
Banner
Banner
Make sure you have at least Flash Player 7. If not,please download.
Banner

Who's Online

We have 21 guests online

Follow Us On

Facebook Page: jakartabeat.net Twitter: jakartabeat